Selasa, 14 Mei 2013

Latar Belakang Karet ( Havea braziliensis )



Karet merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai prospek yang cukup tinggi. Pada tahun 2005 karet alam di Indonesia menjadi komoditi perkebunan terluas kedua di dunia setelah Thailand  (Suryana, 2007).
            Karet merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak menunjang perekonomian negara. Hasil devisa yang diperoleh dari karet cukup besar, sehingga banyak petani yang berlomba-lomba membuka tanahnya untuk dijadikan perkebunan karet. Sekalipun banyak petani karet di Indonesia yang tidak atau kurang mengerti tentang budidaya tanaman karet dengan baik, maka diperlukanlah teknik yang benar dalam membudidayakan tanaman karet  (Heru, 2005).
            Teknik budidaya karet yang  mudah dan menguntungkan dalam pengerjaanya. Karet menjadi mata pencarian utama bagi sebagian besar petani di Sumatera dan Kalimantan yang tanahnya relatif kurang subur, sehingga perkebunan karet membuka peluang kerja.  Sekarang ini banyak perusahaan karet yang melakukan peremajaan dan memperluas lahan baru, sehingga permintaan  terhadap bibit karet meningkat, sehingga hal ini merupakan peluang bagi para petani yang mengusahakan pembibitan tanaman karet (Anonim, 2010).
                                                           
Pembibitan yang ingin dilakukan oleh penulis adalah Pembibitan Karet Payung Satu, karena prospek pasar yang tinggi terhadap permintaan karet payung satu, yang banyak dicari oleh perusahaan dan petani karet, maka penulis mengusahakan Pembibitan Karet Payung Satu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar